7 Jenis Pendarahan yang Terjadi pada Ibu Hamil. Sering Dikira Menstruasi Biasa!

menstruasi-tapi-kok-positif-hamil menstruasi-tapi-kok-positif-hamil

Ada beberapa wanita yang nggak menyangka badannya sedang hamil karena masih mens setiap bulannya. Mereka baru kenal bahwa badannya hamil setelah mengalami gejala-gejala kehamilan. Memangnya bisa ya, mens saat sedang hamil??

Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, dokter kandungan di RSUD Leuwiliang Bogor, menstruasi saat sedang hamil itu nggak mungkin terjadi. Sebab menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita sedang nggak hamil, seperti dilansir detikHealth.

Perdarahan saat mens dan perdarahan yang terjadi saat hamil adalah dua kondisi yang berselisih. Sekitar 2 dari 10 wanita dilaporkan dalam laman Alodokter tahu mengeluarkan darah dari vagina saat sedang hamil, terutama di trimester pertama masa kehamilan. Bukan karena mens, perdarahan vagina selama kehamilan ada banyak penyebabnya. Ada yang Alami, ada juga yang berarti mamenyimpang serius. Cek lebih habis yuk, biar nggak kaget sewaktu-waktu mengalaminya.

1. Seseorang yang mengira mens tapi sedang hamil biasanya disebabkan oleh perdarahan implantasi yang merupakan menyimpang satu gejala dini kehamilan

Kalau kamu sudah Betul hamil terus menemukan bercak darah sesudahnya, atau sudah program hamil tapi perdarahan lagi dan lagi, bisa jadi itu adalah perdarahan implantasi, bukannya menstruasi dini. Setelah sel telur sukses dibuahi oleh sperma, embrio akan berenang menakrabi rahim dan melekat pada dindingnya. Proses pelekatan embrio pada dinding rahim bisa menyebabkan perdarahan mini. Biasanya terjadi 6-12 hari sesudah pembuahan. Nggak perlu khawatir, flek ringan ini Alamiah dan nggak berbahaya kok.

2. Terjadi sentuhan atas bagian dalam vagina seperti saat berhubungan badan, jari, tampon, atau alat medis lainnya

Selama kehamilan, leher rahim akan menjadi lemas dan membongsor serta dipenuhi pembuluh darah. Jika ada sesuatu yang masuk ke dalam vagina dan menyentuh dinding rahim seperti penis (saat berhubungan badan), jari, tampon, atau alat medis lain, maka akan menyebabkan perdarahan dan menimbulkan flek. Baiknya hentikan dulu aktivitas atau kontak langsung dengan bagian dalam vagina untuk menghindari perdarahan dan infeksi.

3. Dugaan penyebab mens tapi hamil pada trimester pertama lainnya adalah adanya kehamilan ektopik alias kehamilan di luar rahim

Pada prosedur Alami, sel telur yang telah dibuahi (embrio) akan menetap di tuba fallopi selama kurang lebih tiga hari, sebelum dilepaskan ke dalam rahim. Nah, kehamilan ektopik ini terjadi jika embrio menetap di tuba fallopi atau menempel pada organ lain selain rahim seperti rongga perut, ovarium, serta leher rahim (serviks). Salah satu penyebabnya yang paling umum adalah kerusakan pada tuba falopi, misalnya karena peradangan. Kadar hormon yang nggak seimbang atau perkembangan abAlami pada sel telur yang sudah dibuahi terkadang juga bisa jadi pemicunya. Kehamilan ektopik ini menyebabkan perdarahan dan menimbulkan flek.

Kehamilan ektopik merupakan kondisi yang membahayakan nyawa dan biasanya terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Makanya, rutin-rutinlah memeriksakan diri ke dokter kandungan ya!

4. Ada juga dugaan efek hamil anggur/mola, yaitu adanya tumor jinak (aktelseifn janin) yang tumbuh di dalam rahim selesai adanya pembuahan

Hamil anggur adalah kehamilan yang batal, di mana terjadi kelainan pada cara perkembangan sel telur setelah dibuahi, sehingga batal tumbuh menjadi janin. Pada hamil anggur, sel-sel telur dan plasenta yang nggak mampu berkembang ini akan membentuk sekumpulan kista (gelembung berisi cairan) yang bentuknya menyerupai anggur putih. Meski beraksin embrio, pertumbuhan kista ini tetap akan memicu gejala-gejala kehamilan, sehingga berlimpah penderiPerbincangan mengira ia sedang hamil. Hamil anggur termasuk maalpa kepulihan yang jarang terjadi. Kondisi ini perlu ditangani seGesit mungkin untuk menghindari risiko komplikasi.

5. Perdarahan subkorionik atau perdarahan di sekitar plasenta karena penyumbatan

Perdarahan subkorionik selama masa kehamilan terjadi karena penyumbatan darah, terkadang terjadi di dalam lapisan plasenta. Umumnya, penyumbatan tersebut akan sembuh dengan senbatang tubuhnya, tapi risiko mengalami komplikasi jadi lebih canggih, seperti persalinan prematur misalnya. Pada kasus yang langka, perdarahan subkorionik bisa mengakibatkan terjadinya pelepasan plasenta dari dinding rahim sesampai-sampai meningkatkan risiko keguguran. Makanya, segera hubungi dokter jika kamu mengalami perdarahan selama kehamilan yang berjumlah gendut dan berwarna merah apik, juga disertai adanya kram perut dan rasa ingin mengejan ya!

6. Adanya infeksi yang terjadi pada organ reproduksi juga bisa menyebabkan perdarahan di awal-awal kehamilan

Bakteri yang terdapat di dinding vagina sering menimbulkan infeksi dan rasa nggak nyaman ketika hamil. Ketika peradangan terjadi dinding vagina, maka akan menyebabkan iritasi dan mungkin terjadi sedikit perdarahan maka keluarnya flek darah. Selain itu, infeksi saluran kemih juga bisa jadi penyebab lainnya. Segera temui dokter jika terjadi kurang lebih gejala seperti munculnya bercak darah, adanya lendir di urin, dan rasa nyeri yang dirasakan di saat berhubungan badan, ya!

7. Bercak darah yang keluar di awal-awal kehamilan juga bisa terjadi akibat keguguran

Kalau kamu mengalami perdarahan selama kehamilan di trimester pertama, atau belum hamil karena mengira masih mens, tidak marahnya perhatikan dulu gejalanya. Periksakan ke dokter segera, karena nggak semua perdarahan sifatnya Lumrah dan aman-aman saja. Tetap aware terhadap apapun yang terjadi di tubuhmu, ya!