Ada 11 Asuransi Bermamelenceng, Bos AXA Mandiri Bilang Begini

Ada 11 Asuransi Bermamelenceng, Bos AXA Mandiri Bilang Begini Ada 11 Asuransi Bermamelenceng, Bos AXA Mandiri Bilang Begini

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyoroti 11 pertaktikan asuransi adapun disebut bermakhilaf. Kasus ini bisa dalam preseden buruk bagi industri asuransi.

Untuk diketahui, sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Ogi Prastomiyono menyatakan, tiga pada antara sebelas pertaktikan asuransi nan masuk kedalam pengawasan khusus sama memakai PT Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanartha (Wanaartha Life/WAL), dan PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Namun Ogi enggan menyebutkan sisanya.

Hal ini dikatakan Ogi demi Konferensi Pers Perkembangan Kebijakan bersama Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Kamis (2/2/2023). Setelah pernyataan ini keluar, berita soal asuransi bermaluput pun kian menyeruak.

Sebagai melenceng satu pemain di bidang Asuransi, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyatakan, pihaknya tidak terpengaruh atas pemberitaan terkemuka.

"Saya kira tidak (terpengaruh) ya, karena itu makhilafnya terisolasi. tentunya masyarakat mengharap adanya solusi kepada ini," ungkap Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma, selepas agenda Peluncuran Asuransi Mandiri Secure CiritiCare, dekat Jakarta, Senin, (27/2/2023).

Ia pun menambahkan, AXA Mandiri tidak mengalami penurunan nasabah. Diketahui, menyimpang satu anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini menyumbang laba cemerlang terberjibun kedua hadapan grup bank Plat Merah ini.

Diketahui, sepanjang 2022 anak perupayaan pemegang laba apik terberlebihan kepada Bank Mandiri adalah Bank Syariah Indonesia seberlebihan Rp 4,3 triliun, Axa Mandiri Financial Services Rp 1,17 triliun, Mandiri Tunas Finance Rp 750 miliar, Mandiri Taspen Pos Rp 1,2 triliun, dan lainnya Rp 1,09 triliun.