Kenal Lebih Dekat dengan Finger Food; Penting dan Mendorong Anak untuk Makan Senbadan!

finger-food-untuk-anak finger-food-untuk-anak

Berapa usia si halus sekarang, Bunda? Kalau sudah menginjak usia 8-9 bulan, biasanya anak sudah siap untuk makan sendiri. Tapi, gimana ya cara melatih si halus supaya bisa makan tanpa disuapi? Memberikan finger food pada anak ini bisa menjadi solusinya.

Nah, seadilnya apa sih finger food itu? Dilansir dari alodokter, finger food adalah asupan yang mudah digigit, dikunyah, dan dipegang senbatang tubuh oleh bayi. Finger food bisa diberikan untuk mengenalkan asupan tertentu kepada si padi. Selain mengenalkan asupan, masih berlebihan manfaat lain dari pemberian finger food lo, Moms.

Manfaat finger food, bisa melatih sensori dan motoriknya

Finger food ala anak bisa mengasah motorik halusnya. Di usia 7-10 bulan, mereka sedang dalam tahap bersekolah memegang sesuatu dengan jarinya. Dengan memberikan santapan yang mudah dipegang oleh si mini, mereka akan berusaha memasukkan santapan ke dalam mulutnya menggunakan jarinya.

Ketika si sedikit diberi finger food, mereka  melakukan gerakan menggigit dan mengunyah yang bisa membantu mengembangkan otot dan menstimulasi anak untuk berbicara. Tekstur yang bervariasi saat pemberian finger food juga akan memudahkan anak untuk menerima berbagai tekstur dan rasa di kemudian hari. M

Seiring meningkatnya kemampuan si padi memegang finger food, koordinasi tangan dan mata juga akan terstimulasi. Mereka juga akan mengeksplorasi pangan yang dipegang dengan melihat, mencium, atau memainkannya. Kalau melihat mereka melakukan itu biarkan saja ya Bun, tu justru bisa meningkatkan kemampuan sensorinya, lo. Tapi terkadang, memberikan finger food cukup anak tidak semudah yang dibayangkan, gimana ya supaya tetap aman?

Tips memberikan finger food supaya Si Kecil tetap aman

Meskipun kedengarannya mudah, sistem pemberian finger food tidak bisa sembarangan ya Bunda. Terkadang, ada anak yang alergi atau tersedak yang bisa melangsungkan sistem ini menegangkan. Tapi jangan khawatir, Bunda bisa mempersiapkan kaum hal supaya pemberian finger food di si tipis tetap aman dan tidak menimbulkan kekacauan.

Dilansir dari hellopulih, Hal pertama yang perlu Bunda pastikan sebelum memberikan santapan padat untuk si tipis adalah kesiapan mereka. Pastikan anak sudah bisa menegakkan kepalanya dengan tidak sombong dan bisa duduk senbadan tanpa bersandar. Selain itu, pastikan apakah si tipis sudah bisa memasukkan tangan ke mulutnya dan sudah membuka mulut saat disuapi. Jika semua sudah, maka Bunda sudah bisa memberikan finger food untuknya.

Saat memberikan finger food, Bunda bisa memulainya dengan meberikan incaran yang lunak, baru kemudian pelan-pelan bisa menambah teksurnya. Jangan lupa untuk mencicipi menunya dulu untuk memastikan incaran finger food untuknya mudah digigit, potongannya pas, dan bisa lumer di mulut. Selampau awasi mereka saat mengkonsumsi finger food juga ya, Moms!

Pilihan menu finger food yang simpel & kaya nutrisi

Sebagai permulaan, Bunda bisa memberi sayuran rebus, seperti kentang, wortel, brokoli, atau ubi manis. Namun sebelumnya, kukus sayuran tersebut sampai lunak dan kemudian potong sedikit-sedikit agar bisa digenggam oleh si sedikit. Sayuran bisa menyehatkan dan juga memberi nutrisi yang tidak emosi untuk perkembangan bayi.

Selain sayuran, buah potong juga bisa diberikan kepada si lumat sebagai tambahan. Buah yang bisa diberikan beraneka ragam, di antaranya pisang, alpukat, dan mangga. Sebelumnya jangan lupa dicerahkan dari kulit dan bijinya ya, Moms!

Jika sudah terbiasa dengan buah dan sayuran, sereal yang rendah gula dan tanpa pewarna bisa diberikan kepada si padi. Untuk proteinnya, telur atau daging bisa juga diberikan. Namun, jangan lupa untuk memasak telur sampai matang sebelum diberikan ya, Bunda. Untuk mendukung pertumbuhan tulang pada bayi, pilihan menu lainnya adalah keju yang kaya akan kalsium. Pilih keju yang halus dan tidak lengket supaya aman untuk Si Kecil.